HARIANRIAU.CO - Puncak arus mudik 2019 sudah di depan mata. Beberapa persiapan terus dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan transportasi darat ke masyarakat, seperti pelayanan akses transportasi darat yang sudah diinventarisir sesuai porsinya. Misalnya di beberapa titik rawan, baik rawan kecelakaan, rawan longsor dan rawan banjir dan faktor teknis lainnya.
Terkait hal tersebut, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Sumut-Riau telah melakukan perbaikan dan pengawasan untuk akses jalan nasional. Hasilnya, H-10 seluruh akses jalan nasional yang menjadi jalur mudik di Riau sudah dapat dilalui para pemudik.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN), Rahmat, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemantauan untuk jalur mudik 2019. Hasilnya, proses perbaikan sudah dilakukan untuk kerusakan jalan dan pengerjaan sudah dihentikan H-10 agar tidak menghambat aktivitas mudik masyarakat.
“Untuk pelayanan transportasi ini memang menjadi perhatian ekstra. Kami ada tim Jalur Lebaran Sumatera 2019, sesuai arahan Pak Menteri, mulai dari Aceh sampai ke Lampung itu digesa pengerjaannya, termasuk di Riau,” paparnya, Jumat (24/5/2019).
Untuk memberikan kenyamanan pengendara, pihak P2JN sudah membuat peta jalur mudik 2019. Ini dapat menjadi pedoman masyarakat karena dilengkapi dengan lokasi posko lebaran, lokasi rest area, SPBU, masjid, rumah sakit/puskesmas terdekat sarana pendukung lainnya.
Misalkan, untuk Jalur Lintas Timur yang sudah dilakukan perbaikan jalan rusak, begitu juga untuk di jalur Taluk Kuantan (batas Sumatera Barat), dan Buton, Siak. Selain itu juga akses batas Duri, Dumai sampai ke Medan. Akses dari Bagan siapiapi-Ujung Tanjung, serta akses transportasi Pekanbaru, batas Sumatera Barat arah ke Bangkinang, juga telah melakukan perbaikan untuk optimalisasi jalur mudik 2019. (MCR)

